Makin Berlemak, Makin Sulit Berhenti Makan

Kompas.com - 23/11/2009, 15:09 WIB

KOMPAS.com — Tahukah Anda, tubuh kita memiliki mekanisme alami yang akan memberi sinyal kapan kita harus berhenti makan? Saat organ pencernaan mendeteksi lemak atau protein, mereka akan melepaskan hormon yang disebut cholecystokinin (CCK), yang menginformasikan pada otak bahwa makanan yang diasup sudah cukup.

Penelitian terhadap mencit di laboratorium menunjukkan, makanan yang tinggi lemak bisa mengakibatkan tubuh kita tidak mengindahkan hormon "berhenti makan" ini. Akibatnya sudah bisa diduga, kita jadi makan berlebihan.

Dalam studi terkini, para ilmuwan mengobservasi dua kelompok mencit selama 20 hari. Satu kelompok diberi makanan tinggi lemak dan sisanya yang rendah lemak. Tiap harinya, selama tiga jam mereka diberi makanan yang berlemak atau yang kira-kira disukai tikus-tikus ini.

Tikus dari kelompok diet tinggi lemak ternyata makan 40 persen lebih banyak dibanding kelompok rendah lemak. Pada bagian kedua studi, para peneliti menyuntikkan hormon CCK pada seluruh kelompok tikus dan selama sejam meletakkan makanan di depan mereka.

Karena CCK membuat perut terasa kenyang, tikus pada kelompok rendah lemak makan lebih sedikit dari biasanya. Yang menarik, tikus dari kelompok tinggi lemak cenderung tak terpengaruh oleh CCK dan tetap makan seperti biasa.

Penelitian pada manusia sebelumnya juga menunjukkan hasil yang serupa. Misalnya saja, studi pada tahun 2003 yang dimuat dalam American Journal of Physiology. Sekelompok pria diberi makanan tinggi lemak selama dua minggu, kemudian dua minggu kemudian diberi diet rendah lemak. Di akhir studi, masing-masing menerima infusi lemak secara langsung di saluran cerna.

Infusi ini memicu pelepasan CCK sehingga para partisipan merasa kenyang. Namun, efek CCK ini baru terlihat pada saat partisipan melakukan pola diet rendah lemak. Saat suntikan CCK dilakukan di minggu diet tinggi lemak, para partisipan mengaku merasa lebih lapar dari biasanya.

Para ahli mengatakan, hal ini terjadi karena tubuh mereka kurang sensitif terhadap dampak CCK saat mereka mengonsumsi makanan berlemak. Karena itulah, jika Anda ingin mengontrol pola makan, konsumsi sedikit saja makanan berlemak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau